Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia

Kategori Artikel

Artikel
Sederhananya Psikoanalisis

Sederhananya Psikoanalisis

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 23 Mei 2024

Pada tingkat pemahaman dan penghayatan agak dalam, mungkin, psikoanalisis (dan neuropsikoanalisis) terasa sederhana. Beberapa hal berikut barangkali dapat ikut menggambarkannya.

Readmore »
Mencoba menerangkan “yang nirsadar” dengan sederhana

Mencoba menerangkan “yang nirsadar” dengan sederhana

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 04 Maret 2024

“Yang nirsadar” adalah kebiasaan-kebiasaan. Lebih lugas, ia adalah keterbiasaan-keterbiasaan. Bukan operasi memori deklaratif, yang sengaja (secara sadar) diupayakan, melainkan kerja ingatan prosedural, yang begitu saja terejawantah. Performa seseorang mengendarai kereta angin adalah sebuah contoh nyata dari operasi yang nirsadar. Dengan menyaksikan penampilan itu, dapat diraih pengetahuan tentang keterbiasaan-keterbiasaannya. Begitu pun dengan mengendarai mobil. Seorang pasien mengatakan bahwa tatkala mengendarai mobil di jalan-jalan umum, hatinya sering jengkel, marah, kepada para pengendara kendaraan lain. Tidak jarang ia mengumpat, walaupun hal itu ia lakukan seorang diri di dalam mobilnya. Mungkin performa nirsadar ini bercerita tentang bagaimana ia menjalani relasi dengan liyan. Ia cenderung menghayati liyan sebagai pesaing, bahkan musuh, yang merugikannya. Semacam performa paranoid.

Readmore »
Hati Nurani

Hati Nurani

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 26 Februari 2024

Mengapa manusia dapat seperti “sebegitu percaya diri untuk melanggar hukum dan menyalahgunakan kekuasaan”? Manusia dapat mengalami omnipotensi. Semacam kepercayaan ilusif dan delusif bahwa diri sedemikian berkuasa, dan karenanya akan aman-aman saja dalam menggunakan kekuasaan dengan cara apa pun.

Readmore »
Hal Mendasar Dalam Setiap Psikoterapi

Hal Mendasar Dalam Setiap Psikoterapi

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 29 Januari 2024

Ontogenesis kedua belahan otak diawali dengan perkembangan pesat atau growth spurt hemisferium kanan dan bagian otak yang menyangga fungsi-fungsi emosional atau afektif. Bahkan sejak trimester ketiga kehidupan dalam kandungan ibu, bayi sudah memiliki atau setidak-tidaknya mulai meraih amygdala yang dengan cepat beranjak menuju kondisi berfungsi penuh.

Readmore »
Pentingnya Mendalami Relasi Nirkata

Pentingnya Mendalami Relasi Nirkata

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 27 Oktober 2023

Sejauh relasi pasien dan terapis dilaksanakan melalui dialog yang mengandalkan kata-kata, hemisferium kiri, yang memang bertugas memproses kerunutan atau keberurutan simbol-simbol (dalam hal ini, kata-kata), berperan dominan. Namun berelasi verbal itu sekaligus mengandung aktivitas memaknai arus kata, frasa, kalimat, dan susunan bahasa yang lebih besar lagi. Dialog linguistik tidak semata-mata perkara menyusun kata dan kalimat dengan gramatika yang benar, tetapi juga meraih makna, atau beraktivitas memaknai di tengah relasionalitas yang dalam kenyataannya banyak melibatkan ekspresi nonverbal.

Readmore »
Renungan Sekelumit, dari Membaca Greenberg

Renungan Sekelumit, dari Membaca Greenberg

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 25 Oktober 2023

Leslie Samuel Greenberg adalah psikolog dari Kanada yang memelopori emotion-focused therapy. Artikel penting Les Greenberg (2007), Emotion coming of age, mengandung sebuah ringkasan  tentang hakikat proses perubahan psikoterapeutik. Semula psikolog kelahiran Johannesburg, Afrika Selatan, ini menerangkan sebuah bentuk regulasi emosi berinti self-control, yang melibatkan fungsi eksekutif kognitif tingkat tinggi, yang memungkinkan individu-individu “mengubah cara mereka merasakan dengan secara sadar mengubah cara mereka memikir”. Regulasi afek yang memiliki bentuk eksplisit ini dilaksanakan oleh hemisferium kiri dengan titik berat verbal. Di sini, emosi nirsadar yang berpenghayatan tubuh (unconscious bodily-based emotion) tidak dibicarakan.

Readmore »
Theodor Reik dan Interpretasi

Theodor Reik dan Interpretasi

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 28 Juli 2023

Menyampaikan penafsiran dalam perjalanan relasi terapeutik, bisa jadi merupakan jalan bagi terapis untuk cepat keluar dari penderitaan afektif yang ia dapatkan dari pasien yang memang hadir di hadapannya dengan segala derita emosionalnya. Sebenarnya, ketika psikoterapis “melepaskan pikirannya”, sehingga dapat merasakan penderitaan afektif pasien, ia berada pada posisi terapeutik, suatu kedudukan mental yang memungkinkannya membantu pasien bertumbuh kembang secara psikososial. Posisi terapeutik ini ditandai dominasi peran hemisferium kanan terapis, atau peran sistem kortikal prefrontal kanan yang preconscious, intuitive. Posisi mental itu disebut terapeutik karena dalam keadaan demikian ini terapis dapat terhubung dengan pengalaman-pengalaman derita emosional prasadar dan nirsadar pasien.

Readmore »
Mencoba Meringkas Psikoterapi

Mencoba Meringkas Psikoterapi

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 17 Juli 2023

Melalui corpus callosum, belahan otak kanan dan hemisferium kiri saling menghambat. Kata McGilchrist (2015), kemampuan hemisferium kiri untuk menghambat yang kanan adalah lebih besar daripada kebalikannya. Represi nirsadar, atau inhibisi oleh otak kiri terhadap otak kanan, lebih kuat daripada supresi sadar dan pengalihan perhatian (distraksi) yang seluruhnya berlangsung semata-mata dalam hemisferium kiri.

Readmore »
Regresi yang Terapeutik

Regresi yang Terapeutik

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 05 Juli 2023

Regresi itu kembali ke yang kuno, ke kondisi archaic, yang tempo dulu. Transferens dan kontratransferens dapat dilihat sebagai bentuk-bentuk regresi. Di dalam kedua fenomena ini orang mengalami diri dan relasi sebagaimana yang pernah dialaminya dengan tokoh kunci di tempo dulu. Kendatipun dapat berkonotasi kemunduran, tetapi regresi diperlukan untuk dapat menjangkau, mengurai, dan mengubah struktur dan fungsi hemisferium kanan, belahan otak yang bekerja secara dominan dalam masa archaic setiap insan, sejak kelahirannya hingga usianya menginjak tahun ketiga. Tanpa regresi, kebiasaan mental yang patologis tidak dapat dipengaruhi padahal ia terus berpengaruh. Pada titik ini dapat terpikirkan betapa ada regresi yang terapeutik, regresi yang adaptif.

Readmore »
Mengapa Psikiater Perlu Melakukan Psikoterapi?

Mengapa Psikiater Perlu Melakukan Psikoterapi?

Psikoterapi Oleh : Administrator Tanggal Posting : 18 Juni 2023

Bagaimana menjawab dengan singkat, padat isi? Karena psikiater itu dokter yang lingkup upaya utamanya mengatasi psikopatologi. Kondisi psikopatologis bisa menampilkan serbaneka simtom dan dampak yang kompleks. Kendati demikian, hakikat psikopatologi adalah keterhambatan perkembangan struktural pada bagian systema nervorum centrale, berupa keterhalangan parcellation atas struktur desendens dan struktur asendens yang memadukan cortex orbitofrontalis dextra dan systema limbicum. Keadaan ini berakibat kesulitan insan beradaptasi psikis, sosial, dan environmental, yang menganak-pinakkan gejala dan dampak.

Readmore »