swaperiksa pelantikan pengurus PP PDSKJI JSPN Round Table held on March 4th

Selamat Datang di website resmi PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran-kesehatan, membuat para dokter pada umumnya dan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa pada khususnya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang profesional

Readmore »
MASALAH PSIKOLOGIS Di Era Pendemi Covid-19
Infografik Swaperiksa Cemas Depresi PDSKJI
Infografik Swaperiksa Trauma PDSKJI
Artikel Virus Corona

Virus Corona Memang Menular Tapi KECEMASAN Menular Lebih Cepat

(Bagaimana sikap mental kita menghadapi bahaya virus corona?)

Satu hari yang lalu pemerintah mengumumkan bahwa ada kasus corona di Indonesia. Segera setelah itu muncul berbagai reaksi di masyarakat dan terlihat KECEMASAN cepat sekali menghinggapi setiap orang yg menyebabkannya melakukan perilaku : memborong masker, sanitizer, sembako, banyak orang menggunakan masker di tempat-tempat umum, dll. Rasa cemas adalah reaksi emosi yg wajar yang disebabkan oleh suatu keadaan yg tidak diharapkan yang diasumsikan dapat menimbulkan bahaya.

Rasa cemas akan memberikan respon pada tubuh untuk cepat melakukan perlindungan untuk memastikan keamanan. Reaksi emosi cemas ini positif dan baik apabila dirasakan dan direspon sewajarnya. Tetapi apabila direspon secara berlebihan atau reaktif akan menyebabkan suatu Gangguan Cemas (ANSIETAS), yang ditandai dengan gejala-gejala :

- khawatir, gelisah, panik

- takut mati, takut kehilangan kontrol

- jantung berdebar lebih kencang

- nafas sesak, pendek, berat

- perut mual, kembung, diare

- kepala pusing, berat, terasa ringan

- kulit terasa gatal, kesemutan

- otot otot terasa tegang dan nyeri

- gangguan tidur

Seperti Apa Sikap Mental Kita Menghadapi Virus Corona? Ada 2 sikap mental yang terjadi, yaitu:

1. Reaktif Sikap mental yang ditandai dengan reaksi yg cepat, tegang, agresif terhadap keadaan yg terjadi dan menyebabkan kecemasan, kepanikan.

2. Responsif Sikap mental yg ditandai dengan sikap tenang, terukur, mencari tahu apa yg harus dilakukan dan memberikan respon yg tepat dan wajar. Ketika seseorang lebih memilih REAKTIF daripada RESPONSIF, maka kehidupan mental nya akan terpengaruh dan dapat berujung pada Gangguan Cemas (ansietas). Sikap mental RESPONSIF memiliki tahapan :

1. Breathe : Ambil waktu untuk berpikir apa yg akan dilakukan, yg bermanfaat dan tidak berlebihan

2. Assess : Cek fakta yang valid dari sumber terpercaya, hindari informasi yg salah, berlebihan, yg membuat kecemasan berlebihan.

3. Action : Lakukan tindakan yg sesuai yg dianjurkan, tetap nilai risikonya dan tetap tenang.

4. Reflect : Merefleksikan apa yg sudah dilakukan, menilai situasi terkini dan mempersiapkan respon berikutnya yg akan diambil.

Kita semua takut dan cemas menghadapi Virus Corona ini tapi, takut dan cemas berlebihan akan menyebabkan kondisi mental kita terganggu. Tetap waspada tapi tetap tenang. HINDARI juga menyebarkan informasi yg belum kita tahu kebenarannya, informasi yg dapat memicu kepanikan karena "Kecemasan lebih cepat menular dibanding virus itu sendiri".

"Saring" sebelum "Sharing"

Kesehatan Mental sama pentingnya dengan Kesehatan Fisik! Apabila kita mengalami gangguan cemas (ansietas) segera konsultasikan ke profesional kesehatan jiwa terdekat seperti Psikiater, Perawat jiwa, Psikolog, Dokter umum terlatih, Pekerja Sosial dan konselor agar segera mendapat pertolongan.

STAY HEALTHY, STAY CALM !!!

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

- Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

Survey IDI Mengenai Waktu dan Pelayanan Dokter
Album Terbaru