Selamat Datang di website resmi PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran-kesehatan, membuat para dokter pada umumnya dan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa pada khususnya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang profesional
Readmore »Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) resmi menetapkan Panduan Praktis Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) Fase Tanggap Darurat Bencana melalui SK Pengurus Pusat Nomor 051/SK/PDSKJI/XII/2025. Panduan ini disusun sebagai acuan nasional bagi PDSKJI Cabang, psikiater, dan relawan kesehatan jiwa dalam memberikan layanan yang cepat, aman, terkoordinasi, dan berbasis bukti kepada penyintas bencana, dengan tujuan mengurangi distres psikologis, mencegah perburukan gangguan jiwa, serta melindungi kelompok rentan pada fase tanggap darurat.
Jakarta, 28 Desember 2025 β Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) secara resmi menetapkan Panduan Praktis Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) Fase Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Pengurus Pusat PDSKJI Nomor 051/SK/PDSKJI/XII/2025.
Panduan ini disusun sebagai respons terhadap meningkatnya kejadian bencana alam di berbagai wilayah Indonesia yang berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga kesehatan jiwa dan psikososial penyintas, relawan, serta tenaga kesehatan.
Panduan DKJPS Fase Tanggap Darurat Bencana bertujuan untuk mengurangi distres psikologis, mencegah perburukan gangguan jiwa, melindungi kelompok rentan, serta memastikan dukungan psikososial dasar dan rujukan kasus berat dilakukan secara cepat, aman, dan terkoordinasi. Pelaksanaannya mengedepankan prinsip keselamatan, intervensi berbasis bukti, koordinasi satu pintu melalui Klaster Kesehatan, serta pendekatan lintas profesi dan lintas sektor.
Panduan ini mengatur tahapan layanan DKJPS secara sistematis berdasarkan waktu respons, mulai dari asesmen cepat dan koordinasi awal pada 24 jam pertama, pelaksanaan Psychological First Aid (PFA) dan intervensi dasar pada 24β72 jam, hingga pelayanan lanjutan dan persiapan transisi ke fase pemulihan setelah 72 jam.
Dengan ditetapkannya panduan ini, PDSKJI berharap seluruh PDSKJI Cabang, psikiater, dan relawan kesehatan jiwa memiliki acuan operasional yang seragam dan aplikatif dalam memberikan layanan kesehatan jiwa pada situasi tanggap darurat bencana.
PDSKJI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam upaya perlindungan kesehatan jiwa masyarakat Indonesia, khususnya pada situasi krisis dan bencana, melalui pendekatan yang profesional, beretika, dan berkelanjutan.


-Klik untuk lihat panduan-
π§οΈ Pray For Sumatera β Ayo Bantu Saudara Kita π§οΈ
* AD-ART PDSKJI 2025 menggantikan AD-ART yang lama


Jakarta, 24 Juli 2025 - Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI) menghadiri Audiensi dengan Bapak Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Bapak Abdul Muhaimin Iskandar mengenai Permasalahan Rehabilitasi Psikiatri/Psikososial dalam Penjaminan Kesehatan Naional dan Regulasi yang mengaturnya.
Jakarta, 16 Mei 2025 β Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI) menghadiri undangan resmi dari International Organization for Migration (IOM) dalam sebuah pertemuan koordinasi bertajuk βPartnership for Community Psychiatry Supportβ yang diselenggarakan pada hari Jumat, 16 Mei 2025 pukul 09.00 β 12.00 WIB, bertempat di Sampoerna Strategic Square, Jakarta.
Pertemuan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari surat undangan yang dikirimkan oleh Senior Migration Health Officer IOM, dengan nomor surat IUM/IDN/MHD/V/2025/001 tertanggal 13 Mei 2025 yang bertujuan untuk menjajaki potensi kemitraan antara IOM dan PDSKJI dalam penguatan dukungan kesehatan jiwa bagi komunitas pengungsi di Indonesia.
Peserta Pertemuan
Dari pihak PDSKJI hadir langsung:
1. Prof. dr. Andi Jayalangkara Tanra, Sp.KJ(K), Ph.D
β Ketua Umum PP PDSKJI
2. dr. Albert Maramis, Sp.KJ(K)
β Dewan Penasehat Seksi Psikiatri Komunitas PDSKJI
3. Dr. dr. Hervita Diatri, Sp.KJ(K)
β Dewan Penasehat Seksi Psikiatri Komunitas PDSKJI
4. dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ
β Pengurus Bidang Humas dan Kemitraan PP PDSKJI
Sementara dari pihak IOM hadir:
1. Jeff Labowitz, Chief of Mission IOM Indonesia
2. Anna Eliatamby, International Mental Health Consultant
3. dr. Nedal Odeh, Chief Migration Health Officer
4. dr. Ahmad Isa, National Programme Officer
5. Anastasia Wijayanti, Mental Health and Psychosocial
Support (MHPSS) Officer
6. dr. Ireine SCR, Sp.KJ, National Psychiatrist Officer
Secara daring, pertemuan juga diikuti oleh:
1. dr. Kartini Tampubolon
β Head of Sub Office Central Region
2. dr. Augustinus Sembiring
β National Migration Health Officer (Medan)
3. dr. David Wibianto
β National Migration Health Officer (Pekanbaru)
4. dr. Gunapriya Tanjung
β National Migration Health Officer (Health Assessment Programme)
5. dr. Yudha Chaerah
β National Migration Health Officer (Makassar)
6. dr. Leonardo L, Sp.KJ
β Psikiater
Isi Pertemuan
Pertemuan diawali dengan pemaparan dari pihak IOM mengenai latar belakang organisasi, sejarah berdirinya, serta mandat utama IOM dalam konteks migrasi dan intervensi kemanusiaan. Fokus kemudian diarahkan pada kondisi pengungsi yang saat ini berada di bawah perlindungan IOM di Indonesia. Tercatat sekitar 4.800 pengungsi berada di berbagai fasilitas akomodasi, dengan tambahan 2.000 pengungsi Rohingya yang memerlukan perhatian khusus.
Mayoritas pengungsi berasal dari negara-negara konflik seperti Irak, Iran, dan Afghanistan, dengan masa tunggu yang sangat panjang β rata-rata mencapai 8 hingga 9 tahun β sebelum proses resettlement ke negara ketiga. Situasi ini memunculkan tantangan besar dalam aspek psikososial dan kesehatan jiwa.
Disampaikan pula bahwa pada tahun 2023 terjadi lonjakan kasus bunuh diri dengan total 19 laporan dari kalangan pengungsi yang dinaungi IOM dan UNHCR, sebelum akhirnya kasus serupa berhasil ditekan dengan intervensi multipihak. Saat ini, terdapat 168 individu pengungsi yang dikategorikan sebagai kelompok dengan risiko sangat tinggi terhadap gangguan kesehatan mental.
Dari pihak PDSKJI, disampaikan profil organisasi, peran strategis dalam mendukung kesehatan jiwa nasional, serta sebaran tenaga psikiater di seluruh Indonesia. PDSKJI juga memperkenalkan bidang kerja yang secara khusus menaruh perhatian pada layanan psikiatri komunitas dan penjangkauan kelompok rentan.
Diskusi dan Rencana Kolaborasi
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah topik strategis yang dibahas secara mendalam, antara lain:
β’ Pemetaan Isu Kesehatan Jiwa pada Pengungsi
Diskusi membahas karakteristik kondisi kejiwaan para pengungsi, keterbatasan akses layanan psikiatri, kendala layanan seperti kendala Bahasa, serta stigma yang masih melekat terhadap gangguan jiwa di komunitas pengungsi.
β’ Kolaborasi Intervensi Kesehatan Mental
PDSKJI dan IOM membuka ruang kolaborasi dalam bentuk pelatihan bagi tenaga kesehatan dan petugas lapangan IOM, pelatihan dan peningkatan kesadartahuan kesehatan mental bagi pengungsi, supervisi klinis oleh psikiater, hingga utilisasi modul intervensi psikososial yang telah ada saat ini.
β’ Pengembangan Layanan Digital
Mengingat keterbatasan mobilitas dan sumber daya, kedua pihak membahas potensi pengembangan layanan kesehatan mental berbasis digital, seperti telekonsultasi, self-screening tools, dan intervensi daring berbasis komunitas.
β’ Pendirian Shelter Khusus Rehabilitasi Jiwa
PDSKJI mendukung ide IOM untuk menciptakan safe space atau shelter dengan fasilitas rehabilitasi jiwa bagi pengungsi dengan gangguan mental berat, yang selama ini belum tertangani optimal di shelter umum.
β’ Program Berkelanjutan dan Monitoring Evaluasi
Rencana tindak lanjut berupa pembuatan roadmap kerja sama jangka menengah dan panjang, termasuk penyusunan Perjanjian Kerjasama (MOU) serta indikator keberhasilan dan evaluasi dampak program secara berkala.
Penutup
Pertemuan ditutup dengan sambutan penegasan dari Ketua Umum PP PDSKJI, Prof. dr. Andi Jayalangkara Tanra, Sp.KJ(K), Ph.D, yang menyampaikan komitmen PDSKJI untuk mendukung kolaborasi lintas sektor demi penguatan kesehatan jiwa pengungsi di Indonesia.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, pertemuan diakhiri dengan kunjungan lapangan ke salah satu fasilitas akomodasi pengungsi binaan IOM di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan. Kunjungan ini menjadi awal dari keterlibatan aktif PDSKJI dalam merancang sistem dukungan psikiatri komunitas yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi populasi pengungsi.

#PsikiaterIndonesia #pdskji #kesehatanmental #pengungsi #kolaborasi
https://www.instagram.com/reel/DJ0VIv9BxZa/?igsh=MXFjaGtrYTVoMWttcA==
Psikiater memegang peranan penting dalam proses pemeriksaan sebuah kasus hukum, baik untuk membuat visum et repertum maupun sebagai saksi ahli. Psikiater yang mengkhususkan diri pada hal tersebut, disebut psikiater forensik atau konsultan forensik. #psikiater #forensik #pdskji #pdskjiindonesia #dokter #kasushukum #kesehatan #kesehatanmental #pengadilan #dokterspesialis
https://www.instagram.com/reel/Cqt5XUiO4Ug/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Paradigma pengobatan skizofrenia saat ini telah bergeser...
KLIK link ini! https://alomedika.onelink.me/qZen/9216422513 Februari 2026 - Pengumuman Kegiatan Ilmiah Symposium of Psychoneuroimmunology In...
© 2014 - 2026 PDSKJI