SIARAN PERS
31 Juli 2026
PDSKJI Dorong Strategi Nasional Pencegahan Bunuh Diri yang Terintegrasi dan Berkelanjutan
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyerukan penguatan Strategi Nasional Pencegahan Bunuh Diri yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai respons atas berbagai peristiwa bunuh diri yang menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Umum PDSKJI, dr. Agung Frijanto, Sp.KJ(K), MH, mengatakan bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan tidak dapat dijelaskan hanya oleh satu penyebab. Menurutnya, perilaku bunuh diri merupakan hasil interaksi berbagai faktor biologis, psikologis, sosial, lingkungan, kondisi kesehatan fisik, serta tekanan kehidupan yang dialami seseorang.
Agung menegaskan bahwa pikiran maupun perilaku bunuh diri bukan merupakan tanda kelemahan karakter, kurangnya iman, atau ketidakmampuan seseorang menghadapi masalah. Kondisi tersebut merupakan manifestasi krisis psikologis yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan penanganan profesional berbasis bukti ilmiah.
Ia menambahkan, upaya pencegahan bunuh diri tidak dapat menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, komunitas, dunia kerja, media massa, hingga platform digital dalam membangun sistem pencegahan yang terkoordinasi.
Lebih lanjut, Agung mendorong percepatan penyusunan dan implementasi Strategi Nasional Pencegahan Bunuh Diri yang memiliki target jelas, indikator terukur, koordinasi lintas sektor yang kuat, serta evaluasi berkala. Strategi tersebut juga perlu diperkuat melalui promosi kesehatan jiwa, peningkatan literasi masyarakat, deteksi dini kelompok berisiko, perluasan akses layanan kesehatan jiwa, penguatan sistem penanganan krisis, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan nonkesehatan, serta penguatan sistem surveilans dan penelitian.
Selain itu, Ia mengajak media massa dan media digital untuk menerapkan peliputan bunuh diri secara bertanggung jawab dengan menghindari sensasionalisme, menjaga privasi individu dan keluarga, serta selalu menyertakan informasi mengenai layanan pertolongan dan edukasi kesehatan jiwa.
Baca SIARAN PERS (Klik disini untuk akses dokumen)
#pdskji
https://www.instagram.com/p/Dbct9aYgXtZ/?igsh=MXFwcTQ3M2ZrMmd4eA==
