AUDIENSI BERSAMA KEMENKES RI
07 November 2026
PP PDSKJI Audiensi dengan Kementerian Kesehatan RI, Dorong Penguatan Tata Kelola Telepsikiatri dan Peresepan Obat Psikiatri

Jakarta, 5 November 2026 – Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSKJI) melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terkait tata kelola peresepan obat psikiatri serta pengembangan pelayanan kesehatan jiwa melalui platform digital.
Audiensi ini menjadi langkah strategis PDSKJI dalam mendorong penyelenggaraan layanan telepsikiatri yang aman, bertanggung jawab, sesuai standar profesi, serta mengutamakan keselamatan pasien dan perlindungan psikiater.
Dalam pertemuan tersebut, PP PDSKJI menyampaikan sejumlah masukan dan rekomendasi terkait pengaturan pelayanan telepsikiatri dan praktik peresepan obat psikiatri melalui platform digital. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain:
1. Pelayanan Daring Berbasis Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)
Pelayanan telepsikiatri berbasis fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dapat melakukan pelayanan dan peresepan obat sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku. Sementara itu, platform digital tidak diperkenankan melakukan peresepan psikofarmaka secara mandiri.
2. Ketentuan Pelayanan Daring Berdasarkan Kondisi Klinis Pasien
Pelayanan daring berbasis fasyankes bagi pasien dengan kondisi klinis stabil dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional dokter. Sementara itu, pasien dengan kondisi emergensi psikiatri wajib mendapatkan evaluasi dan penanganan secara langsung atau tatap muka.
3. Penguatan Sistem Resep Elektronik
Diperlukan sistem resep elektronik tertutup yang terintegrasi dengan SATUSEHAT untuk menjamin keamanan, ketertelusuran, dan akuntabilitas peresepan obat.
4. Pengaturan Peresepan dan Distribusi Obat Berisiko Tinggi
Diperlukan pengaturan pembatasan jumlah obat tertentu yang berisiko tinggi, termasuk mekanisme pengambilan obat secara fisik melalui apotek resmi guna mencegah penyalahgunaan dan menjamin keselamatan pasien.
Seluruh masukan tersebut dilandasi oleh kebutuhan untuk memastikan bahwa transformasi digital dalam pelayanan kesehatan jiwa tetap berjalan dalam koridor keselamatan pasien, etika kedokteran, standar profesi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pihak Kementerian Kesehatan RI menyambut baik dan mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan PP PDSKJI. Kemenkes juga menyampaikan komitmen untuk melakukan evaluasi serta menyusun regulasi yang lebih tepat terkait tata kelola pelayanan kesehatan melalui platform digital.
Hal ini dinilai penting mengingat perkembangan layanan kesehatan digital yang semakin pesat, termasuk berbagai praktik pelayanan yang berkembang sejak masa pandemi COVID-19, sehingga diperlukan penataan dan penguatan regulasi agar pelaksanaannya lebih terarah dan terstandar.

Audiensi Dihadiri Perwakilan Lintas Unit di Kementerian Kesehatan
Dalam pertemuan tersebut hadir Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, dr. Imran Pambudi, MPHM. Turut hadir pula perwakilan dari Pusat Data dan Tekhnologi Informasi, perwakilan dari Direktorat Pelayanan Klinis, Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan, Direktorat Produksi dan Distribusi Farmasi, Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi, Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, serta Direktorat Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer.

PDSKJI Berkomitmen Mengawal Regulasi Telepsikiatri
PP PDSKJI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sejawat yang telah berkontribusi melalui laporan kasus, pengalaman praktik, serta berbagai masukan terkait penyelenggaraan layanan psikiatri berbasis platform digital. Berbagai masukan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat advokasi organisasi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mempertimbangkan kebutuhan pasien sekaligus memberikan perlindungan bagi psikiater dalam menjalankan praktik profesionalnya.
PDSKJI menegaskan bahwa pengembangan telepsikiatri merupakan peluang besar untuk memperluas akses pelayanan kesehatan jiwa, termasuk bagi masyarakat di daerah terpencil dan wilayah dengan keterbatasan tenaga kesehatan jiwa. Namun, perluasan akses tersebut harus berjalan seiring dengan jaminan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan kepastian hukum bagi tenaga medis. Selain itu PDSKJI akan terus mengawal proses evaluasi dan penyusunan regulasi hingga terwujudnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Tata Kelola Telepsikiatri.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PDSKJI untuk menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang aman, berkualitas, beretika, dan dapat dipertanggungjawabkan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
#PDSKJI #PsikiatriIndonesia #Telepsikiatri #KesehatanJiwa #Kemenkes #PatientSafety #SehatJiwa #IndonesianPsychiatricAssociation
