Posted by

Program Memahami Diri Menuju Masyarakat Sehat Jiwa



Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HJKS) tahun 2014, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) cabang Bali bekerjasama dengan Suryani Institute for Mental Health (SIMH) dan Yayasan Wredha Sejahtera (YWS) Bali mengadakan Program Memahami Diri. Suatu program untuk memperbaiki trauma masalalu yang tidak bahagia, menyakitkan, dan mengerikan.Program tersebut mengajak peserta bangkit dan maju menghadapi kehidupan ini dengan ngobrol, mendengar pengalaman orang lain, dan merasakan konsep diri dalam mengambil sikap sehingga mampu memunculkan kembali rasa kepedulian terhadap sesama.
Trauma psikologis cenderung menunjukkan dampak yang paling kuat dan lama serta dapat bertindak sebagai pemicu utama menuju kearah disfungsi atau bahkan keadaan psikopatologis. Secara khusus, trauma psikologis berhubungan dengan timbulnya gangguan depresi, penyalahgunaan alkohol dan zat terlarang, gangguan cemas menyeluruh, dan posttraumatic stress disorder (PTSD).
Dalam sepuluh tahun terakhir, beberapa intervensi psikologis dan psikiatri (misalnya, cognitive behavior therapy, eye movement desensitization and reprocessing, hipnoterapi) telah dikembangkan, diteliti dan dievaluasi efikasinya terhadap penanganan trauma psikologis. Sebagian besar dari penanganan tersebut cenderung memerlukan waktu cukup panjang, mereka juga lebih banyak digunakan dalam kombinasi dengan obat-obat psikiatri dan untuk itu memerlukan biaya cukup tinggi baik yang bersifat individu maupun dengan bantuan pemerintah. Dalam banyak kasus mereka tidak menghasilkan suatu yang dapat diandalkan atau secara umum tidak memberikan hasil yang sepenuhnya efektif.
Program Memahami Dirimemiliki konsep yang terpusat pada memori dan alam bawah sadar, dan secara khusus memperhatikan efek pengalaman trauma dalam perkembangan disfungsi psikologis dari diri seseorang. Hal ini menggabungkan dan secara budaya mengadaptasi spiritual, psikodinamika (khususnyadalamhipnosis), Cognitive-Behavioural Therapy (CBT), serta elemen terapi humanistik.
Kegiatan ini berlangsung di Wantilan DPRD Bali, Denpasar dari pukul 09.00-12.00 wita dan dipimpin langsung oleh Prof Dr dr Luh Ketut Suryani, SpKJ (K). Kegiatan dihadiri oleh 200an orang peserta dari beragam tempat mulai dari dalam negeri hingga luar negeri. Untuk hasil yang berkelanjutan, peserta di instruksikan bermeditasi selama 10 sampai 15 menit, dua kali sehari, pagidan sore hari, atau sebelum tidur. Meditasi membantu memelihara berada dalam keadaan homeostatik, dan sebagaihasilnya, memungkinkan modifikasi pengalaman diri untuk bekerja lebih cepat dan lebih efisien. Diakhir kegiatan, para dokter dan tenaga medis dari Kabupaten Jembrana mendapatkan pembekalan khusus terkait langkah selanjutnya dalam penanganan gangguan jiwa di Bali Barat.

Back To Berita »